Kau membuatku bahagia ...
Disaat hati ini terluka .
Kau membuatku tertawa ...
Disaat hati ini terbawa .
Terbawa oleh cintamu ...
.....
" satu hal yang paling aku pikirkan tentang diriku adalah, kembali ... "
sebagian orang masih saja tidak peduli dan mencoba berputar arah ketikan melihat pemuda masam dipinggir jalan ini. tebak apa yang paling diinginkannya saat ini? dengan tubuh yang semakin melemas, duduknya tak tegak layaknya pemuda diusianya, senyumnya ? jangan kan melihatnya, bahkan aku yakin dia ditakdirkan tanpa ekspresi itu. tatapan matanya semakin sayu sejak dua hari terakhir dia duduk termenung dibangku taman tak jauh dari tempat pemberhentian angkutan umum.
Beberapa kali dia sempat menarik nafas begitu dalam hanya untuk melepaskanya perlahan. apa itu membuatnya lebih tenang atau itu caranya membuang emosi yang selama ini tampak berkecamuk dipikirannya. pemuda ini nampak memiliki benda basah di antara jemarinya, kedua jemari tangannya saling bertemu untuk menggenggam kue basah ini. saat kau mendekat kau akan tahu kue yang digenggamnya adalah kue tart. potongan terkecil yang pernah aku lihat, hanya terdapat bagian segituga kecil dengan coklat yang tampak tertutupi debu halus. warnanya tak semenarik kue pada umunya. entah sejak kapan pemuda itu mulai menggenggam kue itu. bukankah sepotong kue untuk dilahapnya dikemudian hari atau mungkin itu bukahlah kue biasa? siapa yang tahu dengan semua rahasia keciil yang dimiliki pemuda itu.
Sudah kuputuskan, siang ini aku kan menegurnya.. bukankah apa yang dia lakukan sama saja membuang waktu.
enyalah untuk semua pembuang waktu dibumi ini. melakukan segala hal yang tidak bernilai apapun. sementara dibelakangnya masih menggendong tas ransel penuh tanggung jawab dan amanat yang tak ringan.
Aku bukan tak ingin menikmati tapi ....
hmm, intinya aku hanya ingin dia menyadari satu hal , perihal waktu dan apa yang dia korbankan itu bukanlah hal yang kecil ...
tangan pemuda itu mulai meregang kecil sementara jemarinya tetap menjaga kue yang dipegangnya itu tetap pada genggamannya. kue itu mulai mencair , coklatnya mengalir pasti turun disela sela telapak tangannya dan kemudian menetes jatuh di bumi , diantara kedua kakinya.
apa yang spesial ? tidak ada pastinya. kue itu hanyalah satu satunya objek yang yang dia miliki saat ini. dan sampai hal itu menghilang kurasa semua akan kembali normal dan pemuda itu akan menyadari pemborosan waktu yang dia lakukan beberapa hari ini.
sesekali kepalanya menunduk ke arah tetesan kue itu, bibirnya tampak bergumam, apa dia menghitung banyaknya tetesan lelehan cairan coklat dari kue yang digenggamnya? nampaknya bukan. dia bukan menghitung ataupun bergumam tanpa arti. terlihat dari kerutan alis diatas mata kirinya yang nampak naik menandakan hal ini bukanlah sekedar penantian yang biasa.
kali ini matanya memerah, nampak urat di keningnya mulai timbul halus. dia menahan semua air matanya ..
desakan halus dihidungnya menandakan dia mencoba menarik kembali semua aliran air mata yang turun dengan perlahan diantara kelopak matanya.
pemuda itu melepaskan genggaman jari kanannya dari kue yang digenggamnya hanya untuk menghapus air mata yang tak seberapa jatuhnya ..
Niatku sedikit terbendung melihat tingkah aneh yang dibawakannya siang ini. bukankah ini bukan saat yang baik bahkan untuk berjemur disiang bolong sambil menangisi sepotong kue. terlalu biasa dan bodoh ! ..
aku menghampirinya dengan pasti, sementara beberapa orang hanya lalu lalang tak bergeming dengan keadaan yang terjadi disiang itu. banyak diantara keramaian kau akan merasa tetap kesepian. ya .. aku sudah banyak tahu tentang penggalan kalimat itu ..
menoleh untuk melihat sisi jalan yang kosong ketimbang memperhatikan lingkungan sekitar yang begitu ramai adalah caraku mencari ruang untuk memposisikan diriku.
bukan seperti pemuda lusu itu, ku akui saja takkan ada orang yang akan mau bersanding didekatnya, bahkan hanya untuk menanyakan jalan.
" Apa yang kau pikirkan ? " pemuda itu berteriak ke arahku yang masih berjarak 10 meter dari tempatnya duduk. Sial, pertanyaan macam apa ini.
Bukahkan saat ini kau lah yang sedang bermasalah bukan aku. haruskah aku menjawab atau malah menanyakan balik.
" Maaf, sebaiknya kau membereskan semua ini .." Aku rasa teguranku kini akan membuatnya sadar tentang perilaku masamnya selama ini.
" Berdirilah ! ini bukan tempat yang tepat untuk santai santai dalam keadaanmu yang seperti sekarang ! .
Apa yang kau tangisi ? dan segera buang kue kotormu itu .. " bentakku masam, harus ku akui tindakanku saat ini untuklah kebaikannya. aku hanya tak mau mambuatnya terpenjara didialam keadaannya saat ini.
pemuda itu mengadahkan pandangannya perlahan kearahku, matanya masih memerah dan berair, tampak dikedua pipinya masih terlihat lembab akibat air matanya.
" Apa itu kau ? jadi sudah waktunya kah .. " pemuda itu tersenyum payau, beberapa saat tangannya sempat bergoyang hebat sampai tetesan lelehan dari kue coklat sempat menetes berjatuhan kearah sepatuku.
" Eh, apa yang kau bicarakan ? "
" HahahahaHHAAAHAaa !! " dia tertawa , pemuda itu bangkit dengan begitu cepatnya, membuatku meundur dan tersungkur jatuh menengadah. untung kedua siku tanganku mampu menopang tubuhku yang tiba tiba melemas dan merasakan begitu takut. bibirku terasa dingin, aku merasakan air keringatku mulai bercucuran dari ubun ubunku . apa yang sebenarnya terjadi, siapa pemuda gila. harusnya aku tak mengurusi kehidupan kacaunya saja.
" Apa yang kau pikirkan ? " dia bertanya pelan kepadaku. tatapannya begitu ramah dan dia tersenyum .. pemuda ini bisa tersenyum .
" Ti.. tidak apapun .. "
" BOHOONG !! "
" Apa maksudmu ? aku tidak sedang memikir ..."
" Bukankah kau begitu takut untuk memulai ? "
" Ap .. apa maksudmu ..? "
" Kau tak harus jujur dalam segala hal kepada orang lain, tapi ..
bukankah kau tak harus berbohong dalam segala hal mengenai apa yang kau rasakan ?.. "
" Aku tak paham yang kau katakan , aku baik baik saja ! .." aku mencoba membentaknya namun seolah ada batu besar yang tersangkut dikerongkonganku, suaraku begitu lemah untuk membantah kata-kata pemuda lusu itu sementara tulangku masih terasa begitu lemas bahkan untuk sekedar memperbaiki posisi jatuhku saat ini.
" Aku mengerti sahabat ... waktu yang ku habiskan untuk merenungkan segala hal yang telah terjadi dihidupku memanglah begitu tak bermanfaat, tapi aku hanya mencoba untuk tidak melakukan kesalahan yang sama.. semua orang tahu caranya bangkit ketika jatuh, aku pun mengerti caranya.
tapi kau akan merasakan sulitnya menoleh keatas saat terpuruk ..
aku hanya butuh waktu yang sedikit lama untuk pulih ...
yang aku tahu jangan membohongi dirimu sendiri, seolah-olah telah bangkit dan sembuh dari hal yang kau alami saat ini ..
kau tidak pantas untuk membohongi hatimu , begitu juga hati orang lain ..
katakan ini kepada wanita yang kau tunggu didalam keheningan malam
' Yang kurasakan saat ini bukanlah cinta ...
Yang ku nikmati hanyalah caramu memainkan bola mata indahmu menoleh sinis kearah lain saat aku menatapnya ..
Yang membuatku kecewa bukan caramu memandangku aneh, tapi saat kau menangis dan membohongi dirimu bahwa kntamu kuat
Yang aku lukai bukan dirimu atau kekasihmu, tapi rindu yang tak sewajarnya ini
Yang aku sesali bukan caramu mengabaikan perhatianku, tapi caranya menjawab semua perhatianmu
Yang aku inginkan bukanlah raga indahmu .. tapi jauh didalamya , aku rasa disana ada tempat untukku kembali ....
Ku takkan menunggu lebih lama, untuk sekedar membohongi parasaanku ..
aku hanya perlu sedikit waktu, bukan untuk menghindar dan pergi...
tapi untuk kembali lebih lama ..... ' "