Senjaku kembali terasa. Hembusan angin yang pernah
menderaku sekitar 8 tahun yang lalu. Seperti
mengembalikan semua ingatanku, Rasanya masih sama. Terasa sesak dan sulit
bernafas mungkin traumaku ? .. pertama kali aku merasakannya akan aku jawab
dengan pelan “Ya, mungkin bagian yang paling kurindukan..”
berapa kali aku
mencoba bertahan dan tetap berdiri diatas permukaan bukanlah hal yang mudah dilakukan
oleh mereka yang sedang terluka. Sejenak ku berpikir jika saja senjata pemusnah
missal diadopsi dari hal yang ku rasakan ini. Mungkin peperangan akan berakhir
tanpa adanya baku tembak dan pembantaian massal. Kau hanya perlu membuat
lawanmu cukup tertarik, kemudian biarkan dia hidup didalam anggapan anggapan
manis, sebelum akhirnya kau patahkan relung hati mereka.
Cinta …. Untuk kesekian kalinya
Aku tahu ini bukanlah waktu yang dijanjikan Allah atas
perasaan ini.. terlebih yang kutahu semua doaku terpaut jauh diatas sajadah
Ibu-bapaku. Setiap kali aku ingin jatuh cinta, seseing itupula Allah memelukku
dalam selimut kegelisahan. Aku tahu saat dimana aku begitu dekat dan hangat
dikala ku adukan semua persaan dan lirih yang aku rasakan ..
Aku tahu.. Bolehkan aku melanggar janjiku sedia kala ?
Jika aku membalikan semua doaku, apakah semua akan kembali
normal ? berjalan sesuai apa yang kuinginkan. Dan kembali merasakan dekapan
perhatian dari seseorang yang kutandai dengan tatapan istimewa. Terakhir kali
aku gantung dan berbohong pada semua doa doa yang aku gantungkan dilangit
langit kerinduan kala aku tersungkur perih menahan beban perasaan yang teramat
besar, Allah menaruh satu petunjuk dihadapanku Lihat siapa yang selalu ada saat
bumi mencampakkanmu saat ini?
“Cinta itu membutakan , lebih dari sekedar kesakitan yang
akan aku terima setelahnya ..”
Aku tahu ini takkan berhasil jika dilakukan saat ini. Tapi bolehkah
ku mencoba satu kali lagi? …
aku suka caramu melihat dia dengan tatapan berbinar itu ..
aku suka caramu menunduk sedih kala kau ceritakan bagaimana
cinta membuatmu kehilangan nafsu makan …
aku suka caramu tersenyum untuknya, yaa .. hadir untuk
sekedar membawakan bekal hangat di pagi hari, aku penasaran bagaimana kau
membuatnya ditengah kesibukan pekerjaanmu ? cinta? huh..
aku suka caramu mengembungkan udara dikedua pipimu saat
merengek meminta sesuatu kepadanya..
aku suka cara berpakaianmu yang hujan hujanan hanya untuk
menemuinya dan bercanda gurau …
aku suka caramu berjuang mengembalikan perasaannya saat
setengah hatinya dipatahkan rasa kekecewaan ..
aku suka caramu datang kepadaku dan membisikan bagaimana
cinta membutakamu ..
aku suka caramu membicarakan bagaimana kau benar benar
memilihnya sebagai cinta sejatimu ..
mungkin terlalu lama aku masuk disetiap cerita kalian,
saat kau menyisipkan aku diantara pembatas kertas kisah
kalian, aku lupa satu hal .. aku akan menjadi saksi setiap kisah yang kau
tandai bersamanya…
maaf aku lupa ,
aku mungkin jatuh hati ….






