Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Lebay atau ...

Haaaaahmm ... letih dan lesu kini kujalani rentetan hidupku ..
Hariku berubah  mulai ‘saat itu’ , mungkin kini aku harus menjalani hidupku dengan sedikit sisa dari semangatku ..
Memilukan memang, tapi inilah hidup .. dahulu ku sering berjalan berdampingan dengan membawa lembaran kertas berisi ratusan mimpi dan keinginan ‘kami’ selama ini ...     
Kami berjalan melewati semua persimpangan dan gang-gang kecil dengan tetap tersenyum dan berpegangan tangan , beginilah cara kami melewati rintangan dan cobaan yang terbentang menghalau perjalanan hubungan kami ...
Indah ?
Bahkan lebih dari memukau sampai saat itu, kami semakin erat menggenggam kertas bertuliskan mimpi-mimpi kami bersama. Takkan ada yang mampu menggoyahkan keinginan kami saat itu, sesekali kami mengangkat gulungan kertas itu ke angkasa dan berharap Sang Pencipta membaca dan mengabulkan tiap baris dari gulungan kertas kami yang berisi doa-doa kami dimasa depan.
Hari ini matahari tampak lebih redup, cahayanya bahkan tak mampu menembus rerimbunan pohon tua itu .. aku beranjak keluar dari hunianku dan menemui ‘dia’ tak jauh dari arah jalan yang akan kami lalui,
Dari kejauhan wajahnya tampak bersinar bahkan dengan redupnya  cahaya matahari , matanya masih indah saat menoreh kearahku. Tatapan matanya seringkali membuatku tak mampu bernafas , degup jantungku semakin kencang saat senyumannya jatuh untuk menyambut kedatanganku.
”hari ini akan lebih indah, aku yakin...”
Seperti biasa kami saling menggenggam jemari kami, ku genggam tangan halusnya dengan amat erat, namun kurasakan ada sedikit ruang kosong diantara jari kami.
“genggamlah tanganku seerat mungkin.. agar kita mampu melewati jalan ini ..”
Bisikku kepadanya ,
Dia hanya tersenyum, dan kali ini jantungku membeku dengan tatapan hangat mata indahnya, rasanya aku memiliki mimpi lain yang tak ku tuliskan pada kertas impian kami .. mimpi itu ada jauh di dalam bola mata indahnya ...perlahan demi perlahan kami telusuri jalan panjang itu. Kini sesekali ‘ia’ menoreh ke arah lain, aku hanya mampu memberi senyuman kepadanya sembil sesekali ku mencoba menarik perhatiannya dengan sedikit menggodanya . tapi dia hanya tersenyum manis .
Sudah separuh jalan kami lalui, genggaman kami semakin longgar namun secepat mungkin ke genggam jarinya sambil berkata
“masih ingatkah dahulu kita mempunyai mimpi besar untuk suatu hari nanti?”
“ya, aku takkan bisa melupakannya....”
“kita akan selalu bersama kan , untuk mewujudkan mimpi-mimpi ini?” tanyaku sambil tersenyum bahagia ..
“tentu saja, ” kali ini dia menjawab dengan sorot mata tajam , jauh menusuk jiwaku ..
Tak beberapa saat angin berhembus dengan sangat kencangnya, hingga kertas mimpi kami terlepas dari genggaman kami dan jatuh tak jauh dari tempat kami berdiri saat itu. Melihat apa yang terjadi genggamanku padanya semakin kuat dan ku menatap matanya dan berkata,
“aaaah celaka, aku akan mengambilnya sebelum angin membawanya lebih jauh lagi”
“aku akan menunggumu disini” sambar dia , sambil melepas genggamanku pada tangannya saat itu.
Aku berlari dengan kencangnya, untuk mengambil kertas mimpi-mimpi kami. Yang terbentang dipikiranku adalah bagaimana kami bisa melanjutkan tanpa daftar mimpi-mimpi kami yang akan mengantarkan kami ke pintu kenyataan. Lariku berhenti tepat di dekat kertas mimpi kami, spontan aku membungkuk dan menggenggam kertas mimpi kami, kan kutorehkan pandanganku ke arahnya berdiri semula sambil berteriak semangat,
“ lihaaat!! Aku telah mendapatkan kertas mimpi-mimpi kita, dengan ini kita bisa melanjutkan perjalanan ini !! ” mataku kosong tak berkedip, keringatku mulai bercucuran bagai tetesan air hujan, tanganku gemetaran memegangi kertas mimpi kami saat itu...
Kau tak lagi disana, kau menjauh dariku ...
Kau bejalan mundur sambil menutup matamu kearahku ...
Aku kehilangan satu mimpiku yang berada jauh didalam pandanganmu, aku mencoba berlari mendekatimu tetapi langkahku begitu berat.
“kenapa? Ada apa dengan diriku?
Bukankah tujuan kita ada di depan sana ?!! ”
Kau hanya diam, dan mendekati sosok lelaki lain yang berdiri jauh dari jarakku saat itu, kau mendekatinya dan membuka kedua matamu sehingga ku melihat tatapan hangatmu. Namun kali ini bukan untukku...
Aku sadar, aku terlalu sibuk menuliskan mimpi-mimpi kita dimasa depan , ku pikir dengan mimpi akan mengantarkan kita ke dunia kenyataan tapi kini ku hanya mampu tertunduk lemas ...
“ketika ku mencoba untuk terus menjaga mimpi kita,
Kau justru berpaling ...”
Air mataku mulai mengalir sedu dipipiku dan membasahi permukaan tanah diantara kedua kakiku,kakiku tak mampu menopang tubuhku. kini ku tersungkur, rasanya seperti langit menghujam raga ini sehingga ku tak mampu bangkit , aku lelah... dadaku terasa sesak , nafasku mulai tak teratur ..
“kenapa kau berpaling ? dimana janjimu kepadaku ...
Aku tak mampu meneruskan perjalanan ini tanpamu ...
Inilah mimpi kita dahulu ... kau ingat ?!”
Mataku memerah, darahku membeku .kini baru aku sadari aku takkan bisa bangkit hanya dengan mimpi, aku kehilangan dia sebagai pasangan hidupku , hidupku kini akan berantakan
Didalam kekecewaanku, kurobek kertas impian kami. Aku yakin salah satu kata impian kita mampu menyadarkanmu betapa tulusnya cinta ini untuk mendampingimu ...
“yaaaa... ini ! hanya ini yang aku mau kau melihatnya ..
Tolong ingat kembali kata ini...
Aku mohon ....!”
Tangisku semakin menjadi. Mataku tak mampu lagi melihat sosoknya bahkan dari jarak yang tak begitu jauh ... kini aku tersungkur , mataku menggelap.. aku menjatuhkan potongan kecil yang ku robek dari kertas mimpi kita .. kata sederhana namun memiliki makna yang sangat besar bagi hidupku ... kata indah yang selama ini ku banggakan ... kata ungkapan cinta kita ...
Ketika ku tertidur , aku ingin saatku terbangun nanti kau ada disampingku dan membawa potongan kertas ini ... ataukah aku terlalu banyak bermimpi saat itu ?


#ps berlebihan memang story ini terselip lama di draft blogku . Hahaha untungnya aku bukan tipikal cowo lebay hahaha. ya kan ?

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar